Part V Mentari telah muncul di ufuk timur menyambut mereka yang ingin menyambut hari dalam sebuah roda kehidupan. Hari itu Juna sengaja tidak membahas kejadian malam hari sebelumnya, dia tidak ingin menjadikan ibunya sedih kembali; walaupun sang ibu pasti juga sudah mengerti ‘apa yang dipikirkan anaknya. Setelah sarapan, Juna lekas berangkat menuju ke sekolah dengann sepeda kesayangannya. Sang ibu tampak melambaikan tangannya sampai sang anak hilang dari pandangan mata. Selama perjalanan, Juna begitu ingin segera sampai ke sekolah dan bertemu dengan Luna untuk menanyakan perihal foto yang dirinya lihat di tangan ibunya. Saat itu, dirinya bertemu Boim di tengah perjalananya menuju sekolah. “Selamat pagi, Kawan. Bagaimana hasil pertandingan sekolah kita melawan Putra Harapan?” Tanya Boim yang mengayuh sepedanya di sisi samping kiri Juna. “Syukurlah, kemarin kita memenangkan pertandingannya Teman. Tapi, aku akui kalau Putra Harapan memang bermain sangat bagus sekali. Permainan mer...
Tulungagung - Cerpen - Novellet - Literasi - Indonesia Membaca