Langsung ke konten utama

Postingan

Juna Stories, Lonelly Is Something....

Part V Mentari telah muncul di ufuk timur menyambut mereka yang ingin menyambut hari dalam sebuah roda kehidupan. Hari itu Juna sengaja tidak membahas kejadian malam hari sebelumnya, dia tidak ingin menjadikan ibunya sedih kembali; walaupun sang ibu pasti juga sudah mengerti ‘apa yang dipikirkan anaknya. Setelah sarapan, Juna lekas berangkat menuju ke sekolah dengann sepeda kesayangannya. Sang ibu tampak melambaikan tangannya sampai sang anak hilang dari pandangan mata. Selama perjalanan, Juna begitu ingin segera sampai ke sekolah dan bertemu dengan Luna untuk menanyakan perihal foto yang dirinya lihat di tangan ibunya. Saat itu, dirinya bertemu Boim di tengah perjalananya menuju sekolah. “Selamat pagi, Kawan. Bagaimana hasil pertandingan sekolah kita melawan Putra Harapan?” Tanya Boim yang mengayuh sepedanya di sisi samping kiri Juna. “Syukurlah, kemarin kita memenangkan pertandingannya Teman. Tapi, aku akui kalau Putra Harapan memang bermain sangat bagus sekali. Permainan mer...
Postingan terbaru

Juna's Stories, Lonely Is Something....

Part IV  “Jangan cemberut seperti itu dong…, tenang saja, pasti nanti bakal ketemu. Itu bukankah hanya sebuah harmonika, Juna. Kalau pun nanti tidak ketemu, kita bisa beli yang lainnya,” ujar Luna menghibur. Dia berharap Juna tidak terlalu memikirkan perihal harmonika pemberiannya yang hilang tersebut. “Tapi benda itu adalah hadiah darimu Luna.., tidak tergantikan nilainya. Kalaupun kita beli lagi, maka hal tersebut bakal berbeda arti nantinya. Kenapa kamu tadi malah menghentikan diriku yang masih berusaha mencari harmonika darimu?” “Kenapa?? Kamu tidaklah lihat ya Juna, ini sudah jam berapa. Aku mengerti sekali kalau harmonika itu sangat berharga, namun jangan sampai benda itu menjadi segalanya bagimu. Cintaku padamu tidak lah sekedar harmonika, cintaku ada disini…dalam hatiku ini.” Luna menaruh kedua tangannya di atas dadanya. Kemudian dirinya meminta Juna menunduk sedikit lantas dengan pelan mencium keningnya juga kedua pipinya dan terakhir adalah bibir kecil Juna. “Oee...

Juna's Stories, Lonely Is Something....

Part III “Ayo, Juna…kamu pasti bisa!!” Luna memberikan semangat kepada Juna yang saat itu sedang bertanding basket melawan team SMP Putra Harapan. Poin sementara masih 80-67 dimana SMP putra Harapan masih lebih unggul sedangkan pertandingan telah berjalan setengah jalan. Juna dan teman-teman dari team basket SMP Citra Bangsa masih terus berusaha menambah angka agar bisa menang atau setidaknya membuat poin menjadi berbeda tipis. Beberapa anggota team sedikit kurang lepas dalam bermain dikarenakan mereka merasa tidak yakin bisa menang tanpa ada kapten team, yaitu Andika. Melihat hal tersebut, Juna meminta waktu sebentar untuk minum dan juga mengatur strategi. “Kenapa kalian berdua tidak semangat, teman..! Apakah ini disebabkan karena Andika tidak bermain bersama kita?” Juna mengatakan hal tersebut sambil melemparkan dua botol air mineral kepada Irwan juga Yogi, yang mana merupakan anggota team basket Citra Bangsa. Juna menganggap permainan dua temannya itu kurang total sejak awal p...

Juna's Stories, Lonely Is Something....

Part II Sudah tiga tahun semenjak kepergian keluarga Andra dan kini Juna telah duduk dikelas satu SMP di sekolah favorit di kota-nya. Masih saja dia hanya tinggal bersama dengan ibunya saja, dan kini rumah belakangnya telah dijual ke orang lain. Juna tetap menjadi anak yang rajin dan ber-prestasi, terbukti dia menjadi anak yang memperoleh nilai ujian akhir sekolah tertinggi di saat dirinya sekolah dasar. Kini dia pun masih tetap berprestasi walaupun harus bersaing dengan anak-anak dari banyak tempat yang memiliki kemampuan yang beragam. Dia tidak hanya sendirian karena kini dirinya cukup aktif dalam banyak ekstrakurikuler sekolah, seperti MIPA, Pramuka, Basket, dan lainnya. Juna sengaja mengikuti banyak ekstra karena ingin memperbanyak teman dan mengisi waktu kosongnya. Dengan memiliki banyak teman baik cewek ataupun cowok, menjadikan rumahnya selalu sering didatangi temannya yang ingin bermain atau sekedar kerja kelompok. Seperti saat itu…. “Kamu bisa tidak mengerjakan yang ini...